PART & ACCESSORIS 

Mengenal Busi NGK Dari Fungsi Beserta Perawatannya

otomotifme, Jakarta – Kendaraan yang digunakan dijalan raya sudah pasti menggunakan komponen ini, tetapi tidak jarang orang mengenal fungsinya, komponen tersebut biasa disebut di Indonesia dengan nama busi. Busi sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu bougie dan aslinya dari bahasa Prancis, untuk di negara Inggris biasa disebut dengan spark plug.

fungsi busi adalah suatu suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam, dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Busi dipasang untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Percikan busi berupa percikan elektrik. Pada bagian tengah busi terdapat elektrode yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian atau yang biasa disebut ignition coil yang ada di luar busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan di dalam silinder.

Busi sendiri mampu bertahan terhadap tegangan tinggi sebesar 20.000 volt sampai 30.000 Volt, tidak hanya itu busi juga mampu bertahan terhadap proses pendinginan yang cepat melalui proses intake campuran udara dan bahan bakar dalam kondisi suhu normal dan dari pemanasan melalui gas pembakaran 2000 sampai 2500 derajat celcius secara berulang-ulang. Jadi fungsi busi untuk secara singkatnya peranan Busi adalah sebagai komponen penting dalam sistem pembakaran kendaraan bermotor yang memainkan peran dalam menghasilkan “percikan listrik” guna menghasilkan pembakaran yang sempurna dan efisien.

Sedikitnya terdapat 3 element utama dalam menentukan pembakaran yang sempurna dan efisien diantaranya adalah Pencampuran bahan bakar dengan udara yang ideal (Good air fuel mixture), Timing kerja busi dalam menghasilkan kualitas “percikan listrik” (Good Spark),Ruang bakar yang sehat (Good compressio). Dari ketiga element tersebut peranan busi sudah seharusnya dirawat agar performa kendaraan tetap dalam keadaan kondisi terbaik.

Agar kondisi kendaraan tetap baik busi harus sering diganti. Diko selaku technical trainer NGK mengatakan “Agar “percikan listrik” selalu terjaga dengan baik, Busi harus diganti pada waktu yang tepat, untuk waktu yang tepat, dalam penggantian busi berdasarkan umur pakai dari kilometer, dalam kendaraan bermotor roda dua sebaiknya busi diganti setiap 6000 kilometer dan untuk kendaraan roda empat atau mobil sebaiknya busi diganti pada 20.000 kilometer”.

Jika busi terlalu lama tidak diganti maka akan terjadi hal fatal seperti gejala awal kerusakan busi dapat dirasakan seperti terjadi penurunan akselarasi dan penggunaan bahan bakar menjadi boros selanjutnya kerusakan berantai akan terjadi apabila tingkat keausan busi makin besar lalu mesin tidak bisa start atau mati mendadak dikarenakan elektroda busi semakin mengecil.

Related posts

Leave a Comment